Menanti Buah Hati

Teman: aku pengen hamil nad
Saya : kan baru sebulan menikah,sabar aja
Teman : tapi risih ditanyain terus nad, setiap orang yang ketemu pasti nanyain
Saya : kehamilan itu rezeki,hak Allah, Allah yang tau waktu yang tepat, anggap aja yang nanya itu perhatian

Ini adalah perbincangan saya dan seorang teman via wa yang baru saja menikah
Di lain waktu saya pernah di telfon oleh teman yang lain,juga sama sama pengantin baru

Teman 2: sekarang aku paham perasaan nadya dulu
Saya : hah? Maksud nya?
Teman 2 : ternyata di tanya tanyain itu ga enak ya nad
Saya : minta doain aja sama yang nanya itu,hehe, jangan diambil hati,toh baru menikah juga kan

—————

Beberapa waktu yang lalu saya kontrol kandungan ke sp.og, di sebelah saya duduk ibu ibu dengan perut besar kira-kira kehamilan 8/9 bulan dan usianya saya taksir sekitar 35th-an. Sedikit basa basi saya menyapa si ibu, nomer urut berapa bu? Nomer 4 mba,setelah mba. Kemudian ia bertanya ” anak pertama ya mba?” Iya,InsyaAllah bu jawab saya. Kemudian si ibu kembali menimpali “saya juga anak pertama,setelah 14 tahun nikah mba” , masyaAllah dada saya bergemuruh, terasa keharuan si ibu. ” saya sudah berobat kemana mana, mulai dari obat dokter sampai dengan tradisional. Saya udah kebal dengan pertanyaan pertanyaan orang mba. Tapi akhirnya Allah berikan kami kepercayaan setelah saya pasrah kepada ALLAH, ini rezeki yang ga disangka sangka mba”. Saya lihat si ibu mengusap air disudut matanya “saya seakan ga percaya waktu dokter bilang saya sudah hamil mba,saya nangis diruang dokternya” lanjutnya, ” Allah maha baik ya bu, saya juga hamil setelah 2 tahun menikah,semoga sehat ya bu sampai lahiran”.

—————–
Ketika baru saja menikah,saya juga sempat terganggu dan bersedih hati ketika orang lain bertanya tanya,apakah sudah hamil atau belum. Untungnya saya dan suami LDR,jadi bisa menjadikan itu sebuah alasan. Saya sering curhat ke suami ketika ada yang nawarin saya berobat dsb. Tapi suami selalu menanggapi nya dengan kalem, “itu tandanya orang perhatian sama kita, sudahlah ga usah  terlalu difikirkan, kita bukan hidup dengan perkataan orang lain kok.”

Ya saya akui walaupun setiap kali orang bertanya saya selalu mengingatkan diri untuk bersyukur, tapi manusiawi juga kadang terselip perasaan sedih, khawatir, apakah aku bisa punya anak dsb. Astaghfirullah… Allah akan memberikan rezeki diwaktu yang tepat, itu yang selalu saya tanamkan didalam hati. Jadi saya santai dan tersenyum menghadapi pertanyaan pertanyaan itu.

Setelah menyelesaikan koas dan berkumpul kembali dengan suami,alhamdulillah Allah langsung menitipkan amanah di rahim saya,tapi qodarullah saat usia kehamilan 11w harus di kuret.  Dalam keadaan sedih itu saya terhibur membaca tulisan seorang dokter.

Jika anda belum pernah hamil,anda harus bersyukur bahwa anda sudah memiliki suami, vanyak diluar sana gadis-gadis yang masih menanti jodohnya. Ketika anda keguguran, anda harus bersyukur ternyata anda tidak mandul. Ketika keguguran saat usia kandungan masih muda,anda harus bersyukur,bayangkan bagaimana perasaan ibu yang ketika lahir anak nya meninggal

Dan Allah memang maha tau kapan kita siap menerima amanahnya, berselang 1 bulan setelah di kuret Allah menitipkan lagi amanahnya didalam rahim saya. Ada perasaan haru, khawatir, was was. Apalagi di awal kehamilan, selalu terbayang ” bagaimana kalau kuret lagi?” Allah meredakan kekhawatiran saya melalui Ummi,ummi mertua dan suami ” ini adalah titipan,Allah yang berhak mengambil dan memberikannya,tugas kita hanya menjaga. Jadi serahkan semua pada Allah”

Buat saudari saudari saya yang menantikan buah hati,yakinlah ALLAH punya rencana terbaik untuk kita. Berdoalah penuh harap. Karena hakikatnya anak itu adalah hak nya Allah, kita hanya dititipi. Nabi zakariya juga diberi keturunan ketika usianya sudah sepuh. Intinya harus tetap bersyukur bersabar dan mengedepankan prasangka baik pada ALLAH

Berau, 11 april 2016
Seorang calon ibu yang sedang menunggu kehadiran buah hatinya

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: