Catatan pernikahan #2tahun

14/08/2015
10:33
wita

Di bawah naungan binar mentari pagi
Di erat dekapan kalam ilahi
Di hangat jabatan hutan kalimantan
Aku merindu
Aku merindu

Di jarak yang enggan mendekat
Di peta yang enggan terlipat
Di masa yang enggan melompat
Aku menunggu
Aku menunggu

Ada dermaga tanpa kapal bersandar
Ada garbarata tanpa pesawat berhanggar
Ada menunggu tanpa habis bersabar

Di siang ini
Di rumah ini
Sejak kemarin
Belum kunjung juga kau datang

— 14082015, semoga ujiannya sukses dan  mendapat nilai terbaik —

Tadi pagi sekitar jam setengah 10,seseorang mengirimkan saya puisi,dan puisinya sukses membuat mata mengembun diruang kelas pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Uda qudwah,suami tercinta.

Walaupun aa sering bilang kalau lelaki adalah pengingat tanggal yang buruk,tapi saya tau, aa selalu mengingat hari-hari berkesan baginya. Dan hari ini adalah ulang tahun ke 2 pernikahan kami. Dari beberapa hari lalu setiap menelfon aa selalu menghitung,”3 hr lagi sayang,2 hari lagi sayang, besok hari apa coba?”

Untuk suami tersayang “terimakasih sudah mengijinkanku mencintaimu,menjadi teman hidupmu. Terimakasih telah mengijikan aku belajar banyak hal darimu. Terimakasih sudah bersusah susah untukku. Terimakasih susah memahamiku.
Terimakasih sudah melewati 2 tahun ini bersama”

Kemarin saya ngobrol dengan Aa “ga terasa hampir 2 tahun ya nikahnya,hampir 2 tahun juga LDR nya” dan Aa menjawab dengan ringan “semoga yang kita jalani berkah ya sayang.” Ah hati saya hangat, BERKAH.memang keberkahan yang kami harapkan sejak awal menikah.

Ketika memulai LDR pertama kali setelah 20 hari menikah,aa harus ke mesir dan saya tetap tinggal dimedan. Saat itu suasa mesir sedang panas pasca jatuhnya presiden mursi. Waktu itu saya menangis sesegukan di bandara, dan aa menceritakan tentang kisah siti hajar dan ismail yang ditinggalkan nabi ibrahim di tanah tak bertuan. Kemudian aa menutup kisahnya dengan mengatakan ” kita ga se sulit kisah ibrahim dan hajar sayang, tapi Aa ga bisa jaga nadya setiap waktu, Aa titipkan nadya pada Allah,Allah yang menjaga semuanya”
Ternyata benar,LDR memang berat,tapi bukan tak bisa dijalani. Ketika Raga kami tak saling berjumpa, ada doa-doa lirih yang melangit “ya ALLAH,jaga kekasihku disana,jaga dengan sebaik penjagaanMU”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: