tentang ummi: catatan lama

Untuk orang yang kita sebut ibu, ummy, bunda atau apalah sebutannya di balik kesederhanaannya ia tetap menjadi orang luar biasa buat kita. selalu memasang tampang tegar meski bersedih, pandai mengatur irama suara agar tak ketahuan sedang menagis. Membahasakan rindu-rindunya dengan bahasa indah, bersimpuh lama diakhir malam dan larut dengan do’a-do’a untuk anaknya. Tak akan pernah terbalas apa yang telah dilakukannya, yakinlah!

Teringat sebuah hadits “dari abi burdah, ia melihat ibnu umar dan seorang penduduk yaman yang sedang thawaf di ka’bah dengan menggendong ibunya dipunggungnya, orang itu bersenandung, sesungguhnya diriku adalah tunggangan yang sangat patuh dari seorang ibu apabila tunggngan yang lain lari maka aku tidak akan lari. Orang itu lalu berkata, wahai ibnu umar, apakah aku sudah membalas budi padanya? Ibnu umar menjawab engkau belum memblas walaupun setarik nafas yang ia keluarkan ketika melahirkan” (adabul mufrod no 11 syaikh albani mengatakan hadits ini sahih secara sanad)

 

Nah liat kan, luar biasa yang dilakukannya untuk ibunya, maka masih tak terbls saru helaan nafas ibu saat melahirkan, subhanallah. Kita tau proses melahirkan ibu mengalami sakit yang luar biasa, ini hikmahnya Allah anugrahkan wanita ambang rasa nyeri yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. So Bagaimana dengan kita?? dengan bakti kita?

Kalau saya, belum apa-apanya

Sampai sini sajalah dulu, saya tak bisa banyak berkata tentang ibu ni, terlalu mulia. Selalu membuat haru!

Dengan cinta, teruntuk ummy dirumah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: