bincang ibu dan anak

Ibu, aku ingin jadi matahari. “alasanmu?” matahari itu hangat ibu, baik,selalu membuat bumi tersenyum, terang,cahayanya yang lewat dari kisi-kisi jendela ini seperti mendekap hangat, senyumnya seolah selalu manis untukku. “ya, tapi kau lupa nak,ia terlalu garang, kau dan dia tak bisa berkawan, sangat jauh dari mu, jangankan kau memeluknya, ribuan kilometer saja kau akan terpanggang,hancur lebur. Oya kau bilang senyum,nak, senyumnya untuk semua makhluk, bukan untukmu. “

Kalau begitu, aku ingin jadi rembulan saja, dia cantik,anggun, mempesona. Ketika memandangnya seperti lepas semua beban ibu, lihatlah digelapnya malam hanya ia yang setia bercahaya. “ya, kau benar, tapi lihatlah, ia jauh nak, ia lebih senang sendiri, mungkin kau belum belajar, cahayanya adalah serapan dari cahaya matahari nak, ahh kalau kau tau bentuk bulan dari dekat, bopeng, jelek tak seindah bentuknya dari jauh.”

Mungkin jadi bumi lebih baik ibu, bermanfaat untuk makhluk, jadi tempat berpijak, didalam perutnya ada kekayaan tidak ternilai. “ya lagi-lagi kau benar, tapi bumi selalu dipijak nak, terlalu nrimo. Ahh andai kau tau dalam perutnya kekayaan itu telah dikeruk sehabis-habisnya”

Atau mungkin aku jadi pohon saja, teduh, bisa diajak bermain, badannya kokoh, cabangnya menjulang, akarnya kuat. “jadi pohon juga ada baik buruknya nak,percayalah”

Kemarilah, dudk disini dipangkuan ibu. Kau ingin jadi matahari kan? Saran ibumu ambillah yang baikdari matahari tinggalkan yang buruknya. Kau ingin jadi rembulan? Ambillah yang baik dan tinggalkan yang buruknya, begitupun dengan bumi dan pohon, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruknya. Aku ingin cepat melihatmu dewasa, tumbuh dengan segala yang baik meninggalkan segala yang buruk. sekian

 

menjelang ujian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: