economy class; pengasong

Saya sedikit bercerita pengalaman kali pertama saya naik kereta api, bandung-jogja, jogja-bandung. Kebetulan kereta dari jogja yang saya naiki adalah kelas ekonomi,hehe. Yang paling menarik buat saya bukan penumpangnya atau bentuk gerbong, tapi pedagang asongan, pengamen atau apalah itu namanya yang tanpa berhenti hilir mudik dari satu gerbong ke gerbong lain. Bahkan sampai berkali2 melewati tempat saya duduk.
Aqua…aqua…mijon (mison kalau di jateng, mizon kalau di jogja, mizone tulisan aslinya)
Nasi ayam…nasi ayam…persiapan buka neng
Tahu, kacang..tahu neng
Cemilan oleh2, yang kepiting enak neng…
Stroberi..stroberi, jeruk manis, lengkeng…
Sreett sreet (nyapu bawah kursi) trus mintain duit
Push pusshh (nyemprotin stella) trus maintain duit
Pluk (naro cobekan, kotak pinsil, stiker, gantungan, buku do’a dipangkuan saya)… 5000 aja neng
Dimana…dimana…dimana…hai ganteng hai cantik (b**ci)
Gendong anak yang lagi nangis trus mintain uang
Sumpah deh beneran idenya, saya aja ga pernah ngebayangin sampai kesana, contohnya itu tu stella2an.

Pelajarannya apa ya? saya salut dengan ke gigihan mereka, nawarin sekali, dua kali, 3 kali, 4 kali, seenggaknya pasti akan ada yang beli *karna bosen dijejalin barang mulu. Walau penumpang berganti, sepertinya para pengasong akan tetap sama semangatnya setiap hari, demi anak dan istri yang menunggu bukaan, demi mak atau bapak dirumah mungkin yang sedang kesakitan demi saudara yang butuh makan. Atau demi kampung tengah mereka sendiri.
Kata mereka “yang penting halal!!”

semoga saya punya kesempatan lagi untuk jalan, melihat bumi Allah yang luas, keliling dunia, target ke sekian,hehe

Iklan

3 thoughts on “economy class; pengasong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: