Perjuangan untuk #jadibisa menjadi dokter gigi

LDR (Long Distance Relationship) itu memang membuat hati menjadi seperti naik roller coaster. Iya, hati jadi sering terombang ambing karena perasaan yang bercampur aduk tidak menentu. Sekali kita khawatir kepada suami yang berada di seberang pulau sana apakah dia sudah makan siang atau belum, padahal kita tahu kala kantornya sudah menyediakan makan siang. Di lain waktu kita ingin dia pulang, padahal kita tahu kalau dia pulang artinya gaji sebulannya bisa bisa hampir habis hanya buat ongkos.

Begitu juga saya pada saat LDR Medan – Berau, apalagi waktu itu saya masih mahasiswa co-ass tahun akhir di FKG USU. Yang dimana sedang sibuk-sibuknya dan banyak ujian.

Di FKG USU ada 8 departemen co-ass, ada Pencabutan (Bedah Mulut), Penambalan (Konservasi), Gigi Palsu (Prostodonsia), Kawat Gigi (Orthodonsia), Jaringan Pendukung Gigi (Periodonsia), Penyakit Gigi dan Mulut (Oral Medicine), Gigi Anak (Pedodonsia), dan Dental Public Health (Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat). Setiap selesai satu jdepartemen, harus mendaftar ke departeman selanjutnya. Bila ada slot, maka kelompok kami langsung masuk, namun bila full, maka kami harus menunggu hingga ada kelompok lain selesai dari departemen tersebut.

Ceritanya, waktu kami selesai dari bagian prostodonsia dan dijadwalkan untuk masuk departemen pedodonsia, namun, ternyata kami kurang beruntung, karena Departemen pedodonsia Penuh, 2 minggu lagi baru kosong, semua teman sekelompok pada kecewa, kecuali saya.

Kenapa, karena itu artinya saya bisa ke Berau dan ketemu suami. Yeayy.

Tapi saya bingung, karena tentu saja untuk beli tiket dekat dekat hari pasti mahal dan saya lihat memang mahal. Semuanya harga tiket pulang-pergi hampir sebesar gaji suami saya. Rencana saya terancam batal, padahal saya sudah merencanakan untuk pergi berdua ke Pulau Derawan dan saya pun merasa sedih,

Untunglah ada Traveloka Price Alert, hebatnya lagi Traveloka ini langsung menggabungkan semua kemungkinan termurah pesawat walaupun berbeda maskapai. karena ke Berau banyak sekali transitnya. Inilah pilihan-pilihan kota yang disinggahi kalau mau ke Berau

  1. Medan – Jakarta – Balikpapan – Berau (BEJ) atau
  2. Medan – Surabaya – Balikpapan – Berau atau
  3. Medan – Batam – Balikpapan – Berau atau
  4. Medan – Bandung – Balikpapan – Berau atau
  5. Medan – Kuala Lumpur – Balikpapan – Berau

Nah Traveloka ini selalu memberikan kemungkinan harga termurah yang terkadang tidak kita sangka-sangka, Bahkan pernah di peak season, suami saya datat 3/4 harga yang didapatkan teman temannya.

Alhamdulillah akhirnya datang ke email saya pemberitahuan harga murah yang tinggal 1 seat ke Jakarta, 2 seat ke Balikpapan, dan 2 seat ke Berau untuk harga murah itu. Tanpa berpikir dua kali saya langsung membeli tiket tersebut dan jadilah kami berdua berlibur ke Pulau Derawan yang indah.

 

Baru pulang dari Derawan, saya ditelpon oleh kawan saya yang satu kelompok

Teman : Oi, asyik ya di derawan

Saya : Hehehehe

T : Tau kabar baru nggak ?

S : Apa ?

T : Lusa kita masuk departemen baru.

S : (Terkejut dengan efek jeng jeng jeng) Apa ?!!

Saya pun bilang ke suami kalau saya harus kembali ke Medan besok. Walaupun nampak berat, tapi iya mengiyakan. Namun masalahnya saya sudah beli tiket untuk minggu depan.

“Biarlah Uda belikan tiket baru untuk besok sayang, carilah tiket, nanti Uda bayar” katanya

Sayapun membuka aplikasi Traveloka, sembari saya melihat harga, tenyata harga sudah sangat melangit. Memang kalau tinggal di Kalimantan ini harus pandai-pandai mencari tiket murah. Tiba-tiba saya teringat salah satu fitur di Traveloka yaitu Easy Reschudle. Saya pun mencoba fitur itu, dan syukurlah saya hanya dikenakan biaya Rp. 600.000 untuk perubahan semua harga tiket. Jauh lebih murah dibandingkan membeli tiket baru,

Esoknya, kami berberes beres. Karena jarak dari rumah ke airport cukup dekat hanya kira-kira 15 – 20 menit,  jadi kami bersantai. Pesawat akan berangkat pukul 9.30 AM. Jam 8.30 AM kami masih dirumah sarapan dan mengobrol dengan suami karena masih kangen. Suami saat itu izin kerja untuk mengantar saya ke airport.

Tiba tiba masuklah 2 sms ke saya dari Traveloka Flight Reminder, yang pertama mengingatkan kalau saya ada fight pagi ini (yang ternyata sudah dari tadi) dan yang kedua memberitahu kalau pesawat saya delay. Saya lihat jam sudah hampir jam 9. Sayapun terkejut, akhirnya dengan kecepatan penuh kami menuju ke Bandara Kalimarau (sekarang namanya Bandara Sultan Muhammad Alimuddin Raja Alam Kalimarau). Alhamdulillah bisa sampai tepat waktu dan tidak tertinggal pesawat.

brau

Demikianlah pengalaman saya dengan Traveloka, saya #jadibisa ikut departemen pedodonsia tepat waktu, dan akhirnya #jadibisa jadi dokter gigi tepat waktu, dan #jadibisa menyusul suami ke Kalimantan.

Terimakasih Traveloka….

Iklan

Menanti Buah Hati

Teman: aku pengen hamil nad
Saya : kan baru sebulan menikah,sabar aja
Teman : tapi risih ditanyain terus nad, setiap orang yang ketemu pasti nanyain
Saya : kehamilan itu rezeki,hak Allah, Allah yang tau waktu yang tepat, anggap aja yang nanya itu perhatian

Ini adalah perbincangan saya dan seorang teman via wa yang baru saja menikah
Di lain waktu saya pernah di telfon oleh teman yang lain,juga sama sama pengantin baru

Teman 2: sekarang aku paham perasaan nadya dulu
Saya : hah? Maksud nya?
Teman 2 : ternyata di tanya tanyain itu ga enak ya nad
Saya : minta doain aja sama yang nanya itu,hehe, jangan diambil hati,toh baru menikah juga kan

—————

Beberapa waktu yang lalu saya kontrol kandungan ke sp.og, di sebelah saya duduk ibu ibu dengan perut besar kira-kira kehamilan 8/9 bulan dan usianya saya taksir sekitar 35th-an. Sedikit basa basi saya menyapa si ibu, nomer urut berapa bu? Nomer 4 mba,setelah mba. Kemudian ia bertanya ” anak pertama ya mba?” Iya,InsyaAllah bu jawab saya. Kemudian si ibu kembali menimpali “saya juga anak pertama,setelah 14 tahun nikah mba” , masyaAllah dada saya bergemuruh, terasa keharuan si ibu. ” saya sudah berobat kemana mana, mulai dari obat dokter sampai dengan tradisional. Saya udah kebal dengan pertanyaan pertanyaan orang mba. Tapi akhirnya Allah berikan kami kepercayaan setelah saya pasrah kepada ALLAH, ini rezeki yang ga disangka sangka mba”. Saya lihat si ibu mengusap air disudut matanya “saya seakan ga percaya waktu dokter bilang saya sudah hamil mba,saya nangis diruang dokternya” lanjutnya, ” Allah maha baik ya bu, saya juga hamil setelah 2 tahun menikah,semoga sehat ya bu sampai lahiran”.

—————–
Ketika baru saja menikah,saya juga sempat terganggu dan bersedih hati ketika orang lain bertanya tanya,apakah sudah hamil atau belum. Untungnya saya dan suami LDR,jadi bisa menjadikan itu sebuah alasan. Saya sering curhat ke suami ketika ada yang nawarin saya berobat dsb. Tapi suami selalu menanggapi nya dengan kalem, “itu tandanya orang perhatian sama kita, sudahlah ga usah  terlalu difikirkan, kita bukan hidup dengan perkataan orang lain kok.”

Ya saya akui walaupun setiap kali orang bertanya saya selalu mengingatkan diri untuk bersyukur, tapi manusiawi juga kadang terselip perasaan sedih, khawatir, apakah aku bisa punya anak dsb. Astaghfirullah… Allah akan memberikan rezeki diwaktu yang tepat, itu yang selalu saya tanamkan didalam hati. Jadi saya santai dan tersenyum menghadapi pertanyaan pertanyaan itu.

Setelah menyelesaikan koas dan berkumpul kembali dengan suami,alhamdulillah Allah langsung menitipkan amanah di rahim saya,tapi qodarullah saat usia kehamilan 11w harus di kuret.  Dalam keadaan sedih itu saya terhibur membaca tulisan seorang dokter.

Jika anda belum pernah hamil,anda harus bersyukur bahwa anda sudah memiliki suami, vanyak diluar sana gadis-gadis yang masih menanti jodohnya. Ketika anda keguguran, anda harus bersyukur ternyata anda tidak mandul. Ketika keguguran saat usia kandungan masih muda,anda harus bersyukur,bayangkan bagaimana perasaan ibu yang ketika lahir anak nya meninggal

Dan Allah memang maha tau kapan kita siap menerima amanahnya, berselang 1 bulan setelah di kuret Allah menitipkan lagi amanahnya didalam rahim saya. Ada perasaan haru, khawatir, was was. Apalagi di awal kehamilan, selalu terbayang ” bagaimana kalau kuret lagi?” Allah meredakan kekhawatiran saya melalui Ummi,ummi mertua dan suami ” ini adalah titipan,Allah yang berhak mengambil dan memberikannya,tugas kita hanya menjaga. Jadi serahkan semua pada Allah”

Buat saudari saudari saya yang menantikan buah hati,yakinlah ALLAH punya rencana terbaik untuk kita. Berdoalah penuh harap. Karena hakikatnya anak itu adalah hak nya Allah, kita hanya dititipi. Nabi zakariya juga diberi keturunan ketika usianya sudah sepuh. Intinya harus tetap bersyukur bersabar dan mengedepankan prasangka baik pada ALLAH

Berau, 11 april 2016
Seorang calon ibu yang sedang menunggu kehadiran buah hatinya

image

Hujan

“Pemberian Allah itu akan sangat kita hargai dan dirasakan nikmatnya setelah menunggu dalam waktu yang lama dengan sabar,iklas,selalu meminta dan tidak putus harapan pada Allah” ini kalimat yang pernah diucapkan suami ketika saya bertanya tentang nikmat Allah.

Seperti hujan yang selalu kita tunggu turunnya, seraya berdoa memohon ampun, berharap Allah menghilangkan asap yang membuat sesak pernafasan. Saat tetes demi tetes air hujan jatuh ke bumi,saat itu terasa bagaimana Allah begitu menyayangi ummatnya. Allahuakbar! Dari ribuan doa yang terpanjatkan, entah doa siapa yang terjawab, tapi yang pasti permohonan ampun pada Allah dan doa lirih yang melangit telah mengundang rahmat Allah turun ke bumi. Alhamdulillah kami rasakan keberkahan atas setiap tetes hujan yang turun

Berau, 28 okt 2015 

Catatan pernikahan #2tahun

14/08/2015
10:33
wita

Di bawah naungan binar mentari pagi
Di erat dekapan kalam ilahi
Di hangat jabatan hutan kalimantan
Aku merindu
Aku merindu

Di jarak yang enggan mendekat
Di peta yang enggan terlipat
Di masa yang enggan melompat
Aku menunggu
Aku menunggu

Ada dermaga tanpa kapal bersandar
Ada garbarata tanpa pesawat berhanggar
Ada menunggu tanpa habis bersabar

Di siang ini
Di rumah ini
Sejak kemarin
Belum kunjung juga kau datang

— 14082015, semoga ujiannya sukses dan  mendapat nilai terbaik —

Tadi pagi sekitar jam setengah 10,seseorang mengirimkan saya puisi,dan puisinya sukses membuat mata mengembun diruang kelas pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Uda qudwah,suami tercinta.

Walaupun aa sering bilang kalau lelaki adalah pengingat tanggal yang buruk,tapi saya tau, aa selalu mengingat hari-hari berkesan baginya. Dan hari ini adalah ulang tahun ke 2 pernikahan kami. Dari beberapa hari lalu setiap menelfon aa selalu menghitung,”3 hr lagi sayang,2 hari lagi sayang, besok hari apa coba?”

Untuk suami tersayang “terimakasih sudah mengijinkanku mencintaimu,menjadi teman hidupmu. Terimakasih telah mengijikan aku belajar banyak hal darimu. Terimakasih sudah bersusah susah untukku. Terimakasih susah memahamiku.
Terimakasih sudah melewati 2 tahun ini bersama”

Kemarin saya ngobrol dengan Aa “ga terasa hampir 2 tahun ya nikahnya,hampir 2 tahun juga LDR nya” dan Aa menjawab dengan ringan “semoga yang kita jalani berkah ya sayang.” Ah hati saya hangat, BERKAH.memang keberkahan yang kami harapkan sejak awal menikah.

Ketika memulai LDR pertama kali setelah 20 hari menikah,aa harus ke mesir dan saya tetap tinggal dimedan. Saat itu suasa mesir sedang panas pasca jatuhnya presiden mursi. Waktu itu saya menangis sesegukan di bandara, dan aa menceritakan tentang kisah siti hajar dan ismail yang ditinggalkan nabi ibrahim di tanah tak bertuan. Kemudian aa menutup kisahnya dengan mengatakan ” kita ga se sulit kisah ibrahim dan hajar sayang, tapi Aa ga bisa jaga nadya setiap waktu, Aa titipkan nadya pada Allah,Allah yang menjaga semuanya”
Ternyata benar,LDR memang berat,tapi bukan tak bisa dijalani. Ketika Raga kami tak saling berjumpa, ada doa-doa lirih yang melangit “ya ALLAH,jaga kekasihku disana,jaga dengan sebaik penjagaanMU”

Dad’s story

Ada sebuah video ttg ayah,yang menyembungikan kesusahan dari anaknya. Berusaha membahagiakan anaknya,berusaha tersenyum didepan anaknya. Tapi dibelakang itu,apa yang dihadapi si ayah sangat berat.

Jujur saja,melihat video ini saya menangis terisak,bahkan ketika menonton berkali-kali reaksinya tetap sama. Mungkin saya lebay,tapi pengorbanan seorang ayah memang luar biasa
——–
Ada kisah lain,tentang Sebuah keluarga kecil sederhana dengan dua anak yang masih kecil. Ayah bekerja sebagai guru bimbel dan ibu sebagai guru SMP. Anak pertama sudah sekolah di bangku taman kanak-kanak. Setiap hari,ayah menempuh perjalanan 45menit-1 jam dr rumah mereka untuk menunaikan tugas, begitu juga anak pertama yg selalu ikut bersamanya karena bersekolah di yayasan yg sama.
Suatu hari,sepulang sekolah mereka menumpangi bus pulang ke rumah. disebelah mereka duduk seorang ibu dengan anaknya yang sedang memegang apel ditangan. Gadis kecil ayah diam dan memperhatikan, mungkin dalam hatinya ia ingin. Ayah pun melihat gadis kecil nya dengan hati berembun,tapi tak ada uang dikantong untuk membeli sebutir apel saat itu. Setiba dirumah, ayah menemui ibu dan bertanya “masih adakah uang? Saya tidak tega melihat gadis kecilku cuma bisa memandangi orang lain makan apel,sedangkan ia sangat menginginkan itu”
Si ibu mengangguk dan memberikan beberapa rupiah pada ayah untuk membeli apel. Bersegeralah ayah membeli sebutir apel ke pasar dengan jarak 15 menit,dengan kondisi beliau yang capek sepulang bekerja. Tapi bagi seorang ayah kebahagian gadis kecilnya mengalahkan semuanya.
———-
Lantas bagaimana dengan gadis kecil itu,ia tak tau cerita ini. Yang ia tau,ayahnya sangat baik saat itu, membelikan sebutir apel,dan itu membuatnya senang.
19 tahun kemudian barulah si gadis mendengarkan kisah ini dari ibunya. Bahwa ia memiliki seorang ayah yang baik,seorang ayah yg hebat,seorang ayah yang penyayang,rela mengorbankan apa saja.
———–
Lantas apa yang membuatmu  tak berbakti pada mereka wahai gadis kecil?

Tongue tie

Hari ini adalah hari terakhir saya berada di klinik bedah mulut. Alhamdulillah semuga minimal requirment koas bedah sudah di selesaikan, insyaAllah tinggal ujian dan post test. Tapi sebenarnya bukan ini yang ingin saya ceritakan..hehe, anggap saja sebagai pengantar

Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang tongue tie,salah satu kelainan perlekatan frenulum lidah.

image

Kira kira beginilah gambarannya

Jika lidah normal bisa di gerakkan dengan bebas ke kiri,kanan, atas dan bawah, pada penderita tongue tie pergerakan lidahnya terbatas karena melekat di dasar mulut. Kalau di kedokteran gigi juga sering di sebut ankyloglosia. Kelainan ini sudah ada sejak bayi dilahirkan, bisa disebabkan oleh faktor genetik. Memang ini hukanlah kelainan yang berbahaya, tetapi bisa berakibat pada ibu dan bayi. Bayi dengan tongue tie biasanya susah menyusu pada ibu,bisa dibayangkan susahnya kalau lidah kita menempel maka kemampuan menghisap pun akan lebih rendah. Kelainan ini termasuk yang jarang terjadi dengan prevalensi 4% saja. Terapi yang diberikan pada pasien ini bisa dengan bedah dan non bedah. Secara bedah bisa dilakukan frenotomi sedangkan non bedah bisa dilakukan observasi dan perbaikan proses menyusu,seperti posisi saat menyusu.

Tapi tadi pagi saya dapat melihat kasus yang jarang ini. Bayi berumur 4 hari datang dengan keluhan susah menyusu pada ibunya. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter anak,bayi tersebut didiagnosa terkena ankyloglosia. Karena hal ini mengganggu bayi untuk mendapatkan nutrisi maka dilakukanlah tetapi berupa pembedahan minor yaitu pemotongan pada frenulum yang melekat atau frenotomi. Pembedahan pada bayi ini dilakukan tanpa anastesi, dengan memotong/ menggunting perlekatan frenulum yang mengganggu.

Rasa ga tega ngeliat debay nya gi gunting gunting gitu,tapi alhamdulillah frenotomi bs dilakukan dalam hitungan detik saja,tanpa anastesi dan penjahitan.

image

Ini debay nya,ngambil foto diam-diam…hehe

Setalah dilakukan pemotongan frenulum, debay nya sudah bisa menyusu dengan baik. Alhamdulillah.
Semoga info yang saya berikan ini bermanfaat. jika ada orang di sekeliling kita menderita tongue tie, anda bisa menyarakannya untuk ke dokter gigi spesialis bedah mulut.

Dua lelaki

Lelaki pertama
Kemarin saya melihat postingan teman-teman di media sosial berhubungan dengan ayah,katanya 12 november telah ditetapkan sebagai hari ayah nasional.
Bicara tentang sosok ayah,suatu hari saya pernah bertanya pada ummi, menurut ummi ayah itu bagaimana?

Ayah kalian adalah orang yang sangat baik dan bertanggung jawab, kemudian ummi melanjutkan dengan suara bergetar. Walaupun ada kekurangannya,itu telah tertutupi oleh seluruh kebaikannya untuk kita nak, ia mengorbankan semuanya untuk kita, mencari nafkah yang halal, mendahulukan kepentingan kita dibanding kepentingannya. Bagaimanapun pandangan orang terhadap ayahmu,bagi ummi ia tetap lelaki hebat, ummi mempercayainya 100%.

Ah jawaban ummi membuatku tercekat. Ayah kami yang terbaik, memanggil kami dengan sebutan “anak gadih ayah dan anak bujang ayah”, petuah petuah darinya yang menjadi pegangan hidup kami, kasih sayang yang tak terungkap kata tapi langsung berbentuk laku. Bahkan sampai kini saya telah menikah, sikap ayah tak pernah berubah sedikitpun.
Saat aku terlambat menghubunginya, ayah akan berkata “kenapa nak? Baa lupo manelpon ayah? Masih ado piti? Perlu ayah kirim?”
Benar kata orang,seorang ayah adalah cinta pertama anak gadisnya, dan itu aku rasakan sampai sekarang.

Lelaki kedua
Seorang lelaki solih yang telah mengambil perwalianku dari ayah. Yang pada hari kedatangannya pertama kali ke rumah kami,ayah menangis terisak dikamar. Lelaki yang saat akad diikrarkan telah berjanji pada Allah dan pada ayahku akan mengambil alih tugas sebagai pendidikku. Kelak pada suatu hari saat anak-anak kami bertanya, bagaimana menurut bunda tentang ayah? Dan aku mungkin akan menjawab yang sama persis seperti ummi.

Dan malam ini ternyata aku sedang merindukan dua lelaki hebat itu, seorang ayah dan calon ayah.

image

image