kaliberasi
14 May 2012 2 Comments
Aktivis dakwah harus banyak menulis, memperbanyak kebaikan di dunia maya. Bismillah, ayo mulai setelah lama tidak mencoret-coret halaman maya.
***
Seperti kisahnya musa dan harun, rasulullah dan para sahabat, dakwah ini telah mengajarkan kita bahwa amal dakwah adalah amal jama’ah. Beramal bersama, bersama beramal. Saya yakin musa akan tetap punya kemampuan walaupun sendiri, pun Muhammad SAW akan tetap berdakwah walaupun sendiri. Tapi inilah islam yang indah, Allah mengirimkan pada Musa seorang Harun dan pada Muhammad sahabat-sahabat setia untuk mengajarkan pada kita, yang bersama itu jauh lebih baik, jauh lebih optimal dan maksimal.
Mari telusuri ayat cintanya Allah, berhenti pada juz 28 ash-shaff ayat 4 “sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang dijalannya dalam barisan yang teratur…” mari cermati, bisakah membuat suatu barisan hanya dengan satu orang saja? Jawabannya tidak! Minimal harus ada 2,3,4,5 mungkin seribu, barulah ia disebut barisan. Kemudian beralih pada kata teratur, imajinisasikan lah 1000 tentara dibariskan, tak satupun yang boleh maju satu langkah atau mundur satu langkah, semuanya harus sejajar, selaras, inilah yang dimaksud teratur. Satu saja yang mundur satu langkah atau mungkin maju setengah langkah akan merusak pandangan, membuat cacat barisan.
Kemudian dalam barisan yang teratur ini kita jalan beriringan, menebar kebaikan dan berusaha mencapai akhir perjalanan. Pada awal akan bergerak, kita telah meng- kaliberasi langkah dan mengkaliberasi semangat, boleh melangkah dengan lebar berapa meter, kaki apa yang didahulukan, kemana arah melangkah. Dan Allah, mencintai yang berbaris teratur, maka jangan rusak pandangan Allah terhadap barisan kita. bersabarlah, menahan diri untuk tidak maju selangkah, walaupun langkah kita lebih panjang. Bersabarlah, untuk mendahulukan kaki kanan karna itu kesepakatan kita, walaupun kau sangat ingin mendahulukan yang kiri. Bersabarlah untuk terus bergerak bersama kedepan, meski kau bergerak memotong kekiri itu akan lebih cepat sampai ketujuan. Bersabarlah, karna kita telah mengkaliberasikannya semuanya.
Wallahu’alam
gomen’nasai
17 Apr 2012 Leave a Comment
jauh sebelum membaca karya-karya salim A fillah, saya lebih dahulu diakrabkan dengan “hubungan dengan manusia itu akibat iman” walau dengan redaksi kata berbeda. Seorang yang paling berharga dalam hidup saya sering mengatakan, “kalau kakak bermasalah dengan Allah, pasti bermasalah dengan ummi, ayah, adek-adek, teman, dan semua orang yang kakak kenal.”
Ah, itu lah yang terjadi sekarang! Gomen’nasai atas lisan yang tidak terjaga, kata-kata menyakitkan, atau apalah yang membuat anda geram. Sepertinya beberapa hari ini saya menjadi tanah gersang dalam ukhuwah ya? innamal mu’minuu na ikhwah, hanya yang beriman yang mampu berukhuwah dengan benar
rabbighfirlii…
(ga) penting
06 Apr 2012 Leave a Comment
Well, sebenarnya saya bukan orang yang terlalu suka membahas politik, bukan berarti anti juga. Tapi talkshow dan news program akhir-akhir ini sedikit mengusik dan bikin bosan, heboh bicarain koalisi. Seperti perspektif nilai yang pernah disinggung professor saya yang spesialis prosto dikelas, penting/ ga penting sesuatu, bernilai/ tidaknya sesuatu tergantung siapa yang menilainya.
Pemerintah dan rakyat punya perspektif nilai yang beda tentang koalisi. Pemerintah menilai koalisi penting banget ya dibicarain. Tapi, buat bu minah dan ibu-ibu lain disana harga bahan pokok stabil itu lebih penting. bagi ucup,ali,ema dan teman-temannya perbaikan gedung sekolah mereka yang hampir roboh itu lebih penting. untuk pak sani dan keluarga lain yang korban bencana, datangnya bantuan itu lebih penting.ya, saya hanya ingin menuliskan ini saja,titik!
trust
18 Mar 2012 1 Comment
Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang
Akan menarik keluar yang terbaik dari mereka
Bebagi senyum kecil dan pujian sederhana
Mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus as
Atau membuat sekeping hati mulai percaya
Bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik
-salim A fillah-
Malam ini saya kembali memutar ulang film “taree” tentang isaan seorang anak disleksia yang suka melukis, selalu mendapat nilai jelek disekolah, selalu dimarahi gurunya karna tidak mampu membaca dan menulis, akhirnya dikeluarkan dari sekolah dan dimasukkan ke sekolah berasrama. Disekolah baru semua guru mengejeknya, menghukum, mengatakan bahwa ia anak yang bodoh, akhirnya ia kehilangan kepercayaan diri. Sampai akhirnya ada seorang guru baru yang mempercayainya, mengembalikan kepercayaan dirinya bahwa ia bisa seperti teman-temannya. Guru ini hanya menceritakan kisah albert einstain dan Thomas alfa Edison yang juga penderita disleksia, ia meyakinkan isaan bahwa orang-orang yang memiliki keterbatasan bisa menjadi orang-orang yang hebat. Dan akhirnya isaan bisa mengembalikan kepercayaan dirinya dan menjadi pelukis yang hebat. Ya..kepercayaanlah kuncinya!
Masih ingatkah kisah sang nabi yang memberikan kepercayaan pada dua muda belia Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra’ r.a untuk ikut dalam perang badr. Pedang mereka saja lebih tinggi dari badannya, tapi lihat di akhir cerita, mereka membunuh bapak kebodohan abu jahl. Lagi-lagi ini tetang kepercayaan!
Meyakini bahwa sahabat, saudara, binaan, staff, dan orang-orang sekeliling kita akan memberikan yang terbaik pasti akan memacu mereka untuk berbuat yang terbaik. Jadi jangan sungkan mengatakan
“dek, kakak yakin kamu bisa masuk fakultas yang diinginkan”
“ayo belajar yang rajin, kakak percaya nilai UNnya pasti bagus dan bisa lanjut ke SMA yang kamu inginkan”
“kamu pasti punya ide-ide yang lebih kreatif untuk kemjauan kampus kita”
Percaya, percaya. Percaya mereka akan melakukan yang terbaik!
Ya, memperlakukan orang memang butuh seni, mungkin selama ini ada yang bilang “perlakukan orang seperti apa kau ingin diperlakukan”, tapi sepertinya lebih bijak bila “perlakukan orang seperti apa ia ingin diperlakukan”
Yang sedang belajar mempercayai
Ahad, 18 maret 2012
SEDERHANA
09 Mar 2012 1 Comment
in parents
Kata ibu, cinta itu sederhana
Sesederhana membiarkan timbangan berat badan naik beberapa kilo saat hamil
Sesederhana harap-harap cemas menanti kelahiran
Sesederhana terbangun malam-pagi
Sesederhana mengajarkan berjalan, menyuapi makan, membasuh kotoran
Sesederhana menceritakan kisah nabi,sahabat dan dongeng-dongeng
Kata ibu, cinta itu sederhana
Sesederhana membangunkan setiap pagi
Sesederhana menyucikan pakaian, menyetrikannya dan meletakkannya dilemari
Sesederhana membuatkan sarapan, menyiapkan kotak makan siang, menyusun buku-buku yang akan dibawa kesekolah
Sesederhana membantu mengerjakan PR, merautkan pinsil yang patah, dan mengajari membaca iqro
Kata ibu, cinta itu sederhana
Sesederhana mendengarkan kisah remaja
Sesederhana menjamu teman-teman yang bertamu kerumah
Sesederhana cemas menunggu putrinya yang jam 6 sore belum sampai dirumah
Sesederhana mengingatkan datang kajian pekanan
Lagi-lagi, kata ibu cinta itu sederhana
Sesederhana mengepak-kan barang ketika putrinya pergi jauh dari rumah
Sesederhana mengantar ke bandara
Sesederhana menelpon setiap pagi dan menanyakan apa kegiatan hari ini
sesederhana menanyakan sudah makan siang, apa lauk untuk malam?
ibu…sederhana
bahkan pada yang sederhana itu aku rindu
keluhan, NUH, dan seorang teman
06 Mar 2012 2 Comments
Sore tadi, ada sedikit keluhan yang tanpa sadar keluar dari ucapan saya
Saya: ini tahun ketiga kita disini, tapi kenapa ya rasanya dakwah Fakultas kita gitu-gitu aja?
Teman: hmmm
Saya: astaghfirullah, ga boleh ngomong gitu ya!
Teman: (mengalihkan topik) hafalan saya baru sampai nuh, ayat 20, belum nambah, tapi ada yang saya suka dari surah ini “qaala rabbi innii da’autu qaumii lailan wa nahaara” nabi nuh menyeru siang dan malam lho nad, tap kaumnya malah lari
Saya : jeeppp…. Astaghfirullah
Teman: melanjutkan bacaannya dengan gaya sa’ad al-ghomidi nya
Ya, tabiatnya jalan ini panjang, jadi jangan tergesa. Akan banyak momen-momen berkesan dan orang-orang luar biasa yang membersamai perjalanan.
*jazakillah khaiir untuk saudari yang mengajak saya mengulang-ulang ini disepanjang pintu 2, semoga Allah pertemukan kita di Syurga-Nya
Do’a kami
27 Feb 2012 Leave a Comment
Seperti rembulan dan malam
Seperti matahari dan siang
Seperti deburan ombak dan pantai
Seperti pepohon dan hutan
seperti bumi dan bimasakti
seperti alqur’an dan hati kami
laa tuharrik bihii lisaanaka lita’jalabih,inna ‘alaina jam’ahuu wa qur’aanah (alqiyamah 16-17). “janganlah engkau gerakkan lidahmu untuk membaca al-Qur’an karna cepat-cepat ingin menguasainya, sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya didadamu dan membacakannya”
jadikan Al-Qur’an menjadi bagian dari hati kami yaa Allah, mudahkan dalam membaca, memahami dan menghafalkannya.
medan,penghujung februari
what a busy day
08 Jul 2011 5 Comments
Sedikit berbagi cerita tentang kegiatan saya seharian kemarin 8 juli 2011. Rencananya kemarin itu saya mau ke biro rector USU, pajak sore, perbaiki kacamata ke Optik, dan ke gramedia hunting novel. Jam 09.00 pagi berangkat dari rumah dengan tujuan awal biro rektor USU, ada pertemuan dengan staff PR 3 dan kafilah MTQN dari USU sampai kira-kira jam 2. Then next destination is pajak sore *baca: pasar, dari biro rektor langsung mennuju pajak sore untuk membeli kebutuhan kos adek kelas yang terima di FKG USU via SNMPTN undangan. Keliling-keliling sampai jam setengah 2, beli lemari, rak buku, kipas angin, etc. nah disini ada kejadian amazing menurutku *halah lebay, si adek kelas beli 1 lemari pakaian dan 1 rak buku. Awalnya saya bingung mau angkut pakai apa, akhirnya pilihan jatuh ke becak, awalnya mau sewa 2 becak, tapi si abang becak ngotot kalau dia bisa bawa semua barang+ kami bertiga (saya, si adek dan mamanya) dalm 1 becak (haha, luar biasa). Ya saya ga bisa nolak permintaan si abang becak *abis mukanya serem. Akhirnya 2 lemari itu ditaro di atap becak dan hanya diikat dengan 2 tali dan kami bertiga duduk di dalam becak. Tereeeeng, becaknya jalan dan saya didalam becak komat-kamit dzikir dan berdo’a mudh-mudahan lemarinya ga jatoh, beneran cemas luar biasa, tapi pas liat abang-abang becaknya , dia santai aja. Pas hamper nyampe kontrakan, lemarinya melorot ke depan, kaya hampir jatuh, tapi lagi-lagi abang becaknya santai aja tuh (biasalah orang medan). Alahamdulillah akhirnya kami bertiga dan dua lemari sampai dengan selamat.
Sampai di kontrakan semua badan saya lemas, saya istirahat sebentar, lanjut agenda berikutnya latihan presentasi dan diskusi dengan seorang teman untuk PMB, sampai ashar. Ba’da ashar saya kedatangan tamu adek-adek satu daerah yang lulus SNMPTN undangan. Sebagai tuan rumah yang baik, saya sediakan minum dan sedikit cemilan, cerita-cerita sebentar dan akhirnya orang tua dari adek-adek ini meminta saya menemani mereka untuk nyari kos-kosan. Jam 5 sore berangkat cari kos-kosan, keliling-keliling kompleks dosen USU, dari nadzir alwi (pintu 4) sampai sumarsono (pintu 1), akhirnya kos-kosannya dapet 20 menit menjelang magrib.alhamdulillah
Saya langsung berencana langsung pulang karna besoknya (hari ini) saya akan berangkat ke Makassar dan belum ada packing. Pas jalan saya ngerasa, kok badan saya oyong, trus perutnya perih, saya baru ingat, walah, belum makan dari pagi. Untungnya mama dari salah seorang adek menawarkan untuk makan dulu sebelum pulang. Kami makan di warung makan dekat rumah dan smpai dirumah jam 7.15 malam. Saya ga jadi perbaiki kacamata dan hunting novel baru, yah tak pa lah.
Sampai dirumah Saya langsung ke kamar, dan ternyata baju saya belum di setrika. Dalam hati saya ngomong *slamat yah, begadang!! Tapi berhubung badan saya sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya jam setengah 10 ketiduran.tadi Bangun jam 00.34 saya langsung ingat baju yang belum disetrika, akhirnya saya menyetrika, packing, rapi-rapi sampai jam 3 pagi. Luar biasa! Padahal hari ini harus sudah di bandara jam 9, SEMANGAT! Moga Allah permudah urusan saya.
Pelajaran kemarin:
Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain itu menyenangkan! Ketika kita mempermudah orang lain maka Allah akan mempermudah kita.
“orang yang hidup untuk orang lain akan mati sebagai orang besar -sayyid qutb-“
Setidaknya sekarang saya sudah besar *badannya,hahahaha
Sepertinya saya akan tidur terus di pesawat *membayang kan perjalanan 4jam lebih+transit
Sabtu, 9 juli 2011
@ ruang tamu, 4:45 am, sesaat menjelang subuh
Masalah Geraham Bungsu
04 Jul 2011 4 Comments
Belakangan ini saya sering ditanyai *baca:tempat konsultasi oleh beberapa teman tentang masalah pada gigi geraham bungsu mereka. Kebetulan saya sendiri juga pernah bermasalah dengan gigi geraham yang satu ini dan akhirnya nasib si geraham berakhir di meja operasi *hihi, seram amat yak
Nah, geraham bungsu atau gigi molar 3 dalam bahasa medisnya adalah gigi yang paling terakhir tumbuh dalam rongga mulut kita. tumbuh sekitar umur 17-21 tahun, tapi pertumbuhannya sering terganggu karna posisi gigi yang kurang baik dan rahang yang terlalu kecil sehingga menyulitkan si gigi untuk tumbuh. Pada beberapa kasus, gigi ini tidak bisa tumbuh sama sekali atau tetap terpendam dalam tulang rahang kita. namun pada kasus lain gigi ini bisa tumbuh, tapi tidak sempurna (muncul setengah, sepertiga, dll, intinya ga tumbuh semua).
Masalah pada gigi geraham terakhir ini tergantung pada pertumbuhan tulang rahang kita. pertumbuhan rahang ini dirangsang oleh pengunyahan. jika gigi-gigi dirongga mulut sering dipakai untuk mengunyah makanan agak keras akan membantu pertumbuhan tulang rahang. Jadi tidak heran orang-orang jadul tidak pernah bermasalah dengan tumbuhnya geraham terakhir karna makanan yang mereka makan tidak makanan lunak yang kita makan saat ini sehingga membantu tulang rahang berkembang sempurna.
Perkembangan peradaban manusia menghasilkan produk-produk yang memanjakan manusia, termasuk dalam hal makanan. Makanan super keras bisa dijadikan sangat lunak, tulang ikan pun bisa dimakan, apa-apa dijadikan fillet, steak pun tidak memerlukan tenaga yang banyak untuk mengunyahnya, alhasil perkembangan rahang pun terganggu karna sering dimanjakan dengan makanan-makanan lunak. Dan ini yang menyebabkan banyak orang bermasalah dengan pertumbuhn gigi gerahan terakhir, bahkan dosen saya seorang ahli bedah mulut mengatakan jika diperiksa dengan ronsen foto 90% orang akan bermasalah dengan pertumbuhan gigi geraham terakhir ini.
Jadi, apa bahaya gigi yang tidak tumbuh? Pada beberapa kasus gigi yang tidak tumbuh tidak ada keluhan apa-apa pada pasien. Tapi pada kasus lain terjadi kista, pasien mengeluhkan sering migraine dan sakit yang sangat pada gigi tersebut. Pada gigi yang tumbuh sebagian akan menjadi tempat yang baik untuk perkembangan bakteri, karna sulit dibersihkan dan sisa makanan mudah masuk ke gusi yang menutupi sebagian gigi tersebut sehingga menyebabkan infeksi bahkan pasien tidak bisa membuka mulut dan ada nanah pada gusi tersebut.
Penanganan yang diberikan oleh dokter gigi pada gigi yang terpendam dan menimbulkan masalah adalah pencabutan gigi tersebut. Sedangkan pada gigi yang tumbuh sebagian akan dilihat pertumbuhan giginya, jika masih bisa tumbuh dengan baik, gusi yang menutupi gigi tersebut akan dibuang, namun jika diramalkan *emang peramal? Tidak bisa tumbuh maka gigi tersebut akan dibuang.
So d’conclusion is kalo ga mau bermasalah dengan si geraham bungsu silakan balik ke jaman dahulu atau makan yang keras-keras *batu. Hehehe
Just kidding
Cerita 19
01 Jul 2011 4 Comments
in sejarah-Q
Bagaimana perasaan saya melewati 19 tahun hidup didunia ini? saya Iri pada syafi’I yang belum memasuki usia ini sudah hafal al-Qur’an dan ribuan hadist.
Iri pada para sahabat yang belum menapak usia ini sudah mengukir jejak gemilang.
Iri pada adik sendiri -3th dari usia ini sudah menyelesaikan 10 juz. Iri pada al banna yang belum menapak usia ini sudah mendirikan suatu organisasi cikal bakal IM.
Iri pada semua orang yang telah menoreh kegemilangan sebelum memasuki gerbang yang tengah ku lewati ini.
Tapi ini bukan merutuki diri sendiri, hanya sekedar intropeksi pribadi. 19 juga adalah kesyukuran luar biasa, atas nafas yang dihirup, atas nikmat yang diperoleh, atas kelapangan rezeki, atas keterjagaan aib, atas cinta luar biasa dari kedua orang tua, cinta tulus dari makhluk, atas keberadaan iman, atas Allah yang selalu membersamai (mudah-mudahan).
*seharusnya ini di post tanggal 9 juni, tapi tak apa lah

recent comment