what a busy day
08 Jul 2011 5 Comments
Sedikit berbagi cerita tentang kegiatan saya seharian kemarin 8 juli 2011. Rencananya kemarin itu saya mau ke biro rector USU, pajak sore, perbaiki kacamata ke Optik, dan ke gramedia hunting novel. Jam 09.00 pagi berangkat dari rumah dengan tujuan awal biro rektor USU, ada pertemuan dengan staff PR 3 dan kafilah MTQN dari USU sampai kira-kira jam 2. Then next destination is pajak sore *baca: pasar, dari biro rektor langsung mennuju pajak sore untuk membeli kebutuhan kos adek kelas yang terima di FKG USU via SNMPTN undangan. Keliling-keliling sampai jam setengah 2, beli lemari, rak buku, kipas angin, etc. nah disini ada kejadian amazing menurutku *halah lebay, si adek kelas beli 1 lemari pakaian dan 1 rak buku. Awalnya saya bingung mau angkut pakai apa, akhirnya pilihan jatuh ke becak, awalnya mau sewa 2 becak, tapi si abang becak ngotot kalau dia bisa bawa semua barang+ kami bertiga (saya, si adek dan mamanya) dalm 1 becak (haha, luar biasa). Ya saya ga bisa nolak permintaan si abang becak *abis mukanya serem. Akhirnya 2 lemari itu ditaro di atap becak dan hanya diikat dengan 2 tali dan kami bertiga duduk di dalam becak. Tereeeeng, becaknya jalan dan saya didalam becak komat-kamit dzikir dan berdo’a mudh-mudahan lemarinya ga jatoh, beneran cemas luar biasa, tapi pas liat abang-abang becaknya , dia santai aja. Pas hamper nyampe kontrakan, lemarinya melorot ke depan, kaya hampir jatuh, tapi lagi-lagi abang becaknya santai aja tuh (biasalah orang medan). Alahamdulillah akhirnya kami bertiga dan dua lemari sampai dengan selamat.
Sampai di kontrakan semua badan saya lemas, saya istirahat sebentar, lanjut agenda berikutnya latihan presentasi dan diskusi dengan seorang teman untuk PMB, sampai ashar. Ba’da ashar saya kedatangan tamu adek-adek satu daerah yang lulus SNMPTN undangan. Sebagai tuan rumah yang baik, saya sediakan minum dan sedikit cemilan, cerita-cerita sebentar dan akhirnya orang tua dari adek-adek ini meminta saya menemani mereka untuk nyari kos-kosan. Jam 5 sore berangkat cari kos-kosan, keliling-keliling kompleks dosen USU, dari nadzir alwi (pintu 4) sampai sumarsono (pintu 1), akhirnya kos-kosannya dapet 20 menit menjelang magrib.alhamdulillah
Saya langsung berencana langsung pulang karna besoknya (hari ini) saya akan berangkat ke Makassar dan belum ada packing. Pas jalan saya ngerasa, kok badan saya oyong, trus perutnya perih, saya baru ingat, walah, belum makan dari pagi. Untungnya mama dari salah seorang adek menawarkan untuk makan dulu sebelum pulang. Kami makan di warung makan dekat rumah dan smpai dirumah jam 7.15 malam. Saya ga jadi perbaiki kacamata dan hunting novel baru, yah tak pa lah.
Sampai dirumah Saya langsung ke kamar, dan ternyata baju saya belum di setrika. Dalam hati saya ngomong *slamat yah, begadang!! Tapi berhubung badan saya sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya jam setengah 10 ketiduran.tadi Bangun jam 00.34 saya langsung ingat baju yang belum disetrika, akhirnya saya menyetrika, packing, rapi-rapi sampai jam 3 pagi. Luar biasa! Padahal hari ini harus sudah di bandara jam 9, SEMANGAT! Moga Allah permudah urusan saya.
Pelajaran kemarin:
Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain itu menyenangkan! Ketika kita mempermudah orang lain maka Allah akan mempermudah kita.
“orang yang hidup untuk orang lain akan mati sebagai orang besar -sayyid qutb-“
Setidaknya sekarang saya sudah besar *badannya,hahahaha
Sepertinya saya akan tidur terus di pesawat *membayang kan perjalanan 4jam lebih+transit
Sabtu, 9 juli 2011
@ ruang tamu, 4:45 am, sesaat menjelang subuh
Masalah Geraham Bungsu
04 Jul 2011 4 Comments
Belakangan ini saya sering ditanyai *baca:tempat konsultasi oleh beberapa teman tentang masalah pada gigi geraham bungsu mereka. Kebetulan saya sendiri juga pernah bermasalah dengan gigi geraham yang satu ini dan akhirnya nasib si geraham berakhir di meja operasi *hihi, seram amat yak
Nah, geraham bungsu atau gigi molar 3 dalam bahasa medisnya adalah gigi yang paling terakhir tumbuh dalam rongga mulut kita. tumbuh sekitar umur 17-21 tahun, tapi pertumbuhannya sering terganggu karna posisi gigi yang kurang baik dan rahang yang terlalu kecil sehingga menyulitkan si gigi untuk tumbuh. Pada beberapa kasus, gigi ini tidak bisa tumbuh sama sekali atau tetap terpendam dalam tulang rahang kita. namun pada kasus lain gigi ini bisa tumbuh, tapi tidak sempurna (muncul setengah, sepertiga, dll, intinya ga tumbuh semua).
Masalah pada gigi geraham terakhir ini tergantung pada pertumbuhan tulang rahang kita. pertumbuhan rahang ini dirangsang oleh pengunyahan. jika gigi-gigi dirongga mulut sering dipakai untuk mengunyah makanan agak keras akan membantu pertumbuhan tulang rahang. Jadi tidak heran orang-orang jadul tidak pernah bermasalah dengan tumbuhnya geraham terakhir karna makanan yang mereka makan tidak makanan lunak yang kita makan saat ini sehingga membantu tulang rahang berkembang sempurna.
Perkembangan peradaban manusia menghasilkan produk-produk yang memanjakan manusia, termasuk dalam hal makanan. Makanan super keras bisa dijadikan sangat lunak, tulang ikan pun bisa dimakan, apa-apa dijadikan fillet, steak pun tidak memerlukan tenaga yang banyak untuk mengunyahnya, alhasil perkembangan rahang pun terganggu karna sering dimanjakan dengan makanan-makanan lunak. Dan ini yang menyebabkan banyak orang bermasalah dengan pertumbuhn gigi gerahan terakhir, bahkan dosen saya seorang ahli bedah mulut mengatakan jika diperiksa dengan ronsen foto 90% orang akan bermasalah dengan pertumbuhan gigi geraham terakhir ini.
Jadi, apa bahaya gigi yang tidak tumbuh? Pada beberapa kasus gigi yang tidak tumbuh tidak ada keluhan apa-apa pada pasien. Tapi pada kasus lain terjadi kista, pasien mengeluhkan sering migraine dan sakit yang sangat pada gigi tersebut. Pada gigi yang tumbuh sebagian akan menjadi tempat yang baik untuk perkembangan bakteri, karna sulit dibersihkan dan sisa makanan mudah masuk ke gusi yang menutupi sebagian gigi tersebut sehingga menyebabkan infeksi bahkan pasien tidak bisa membuka mulut dan ada nanah pada gusi tersebut.
Penanganan yang diberikan oleh dokter gigi pada gigi yang terpendam dan menimbulkan masalah adalah pencabutan gigi tersebut. Sedangkan pada gigi yang tumbuh sebagian akan dilihat pertumbuhan giginya, jika masih bisa tumbuh dengan baik, gusi yang menutupi gigi tersebut akan dibuang, namun jika diramalkan *emang peramal? Tidak bisa tumbuh maka gigi tersebut akan dibuang.
So d’conclusion is kalo ga mau bermasalah dengan si geraham bungsu silakan balik ke jaman dahulu atau makan yang keras-keras *batu. Hehehe
Just kidding
Cerita 19
01 Jul 2011 4 Comments
in sejarah-Q
Bagaimana perasaan saya melewati 19 tahun hidup didunia ini? saya Iri pada syafi’I yang belum memasuki usia ini sudah hafal al-Qur’an dan ribuan hadist.
Iri pada para sahabat yang belum menapak usia ini sudah mengukir jejak gemilang.
Iri pada adik sendiri -3th dari usia ini sudah menyelesaikan 10 juz. Iri pada al banna yang belum menapak usia ini sudah mendirikan suatu organisasi cikal bakal IM.
Iri pada semua orang yang telah menoreh kegemilangan sebelum memasuki gerbang yang tengah ku lewati ini.
Tapi ini bukan merutuki diri sendiri, hanya sekedar intropeksi pribadi. 19 juga adalah kesyukuran luar biasa, atas nafas yang dihirup, atas nikmat yang diperoleh, atas kelapangan rezeki, atas keterjagaan aib, atas cinta luar biasa dari kedua orang tua, cinta tulus dari makhluk, atas keberadaan iman, atas Allah yang selalu membersamai (mudah-mudahan).
*seharusnya ini di post tanggal 9 juni, tapi tak apa lah
Ketika Hati Tak Lagi Rindu
28 Jun 2011 4 Comments
in renungan
“Ali RA rindu melihat para sahabat dengan wajah pucat karna menghidupkan malam. rinduku tak jauh beda, aku rindu melihat wajah-wajah haus ilmu duduk dalam lingkar kita. Juga rindu melihat kalian menanti-nantikan satu hari dalam seminggu untuk duduk dalam lingkar kita.”
Kisah 1
Sebutlah namanya Abdullah berumur sekitar 17 tahun, tinggal di kota kecil dengan jarak 3 jam dari ibu kota provinsi. Ayahnya pergi meninggalkan keluarga (dengan alasan tak jelas) sebelum Abdullah lulus SMA, sedangkan ibunya hanya bergaji 500rb perbulan. Ia baru saja lulus dari sebuah Islamic boarding school di ibukota provinsi. Karna baru lulus, halaqoh rutin yang biasa diadakan di sekolahnya belum dipindahkan ke kota tempat tinggalnya. Setiap minggu Abdullah harus menempuh jarak 180km dengan ongkos 40rb PP hanya untuk mengikuti program Halaqohnya. baginya hari liqo, bertemu dengn teman-teman dan ustadz adlah hari yang paling dinantikannya setiap minggu. Hari itu adalah hari pertemuan rutin mingguan Abdullah, tapi ia tidak bisa hadir dan mengirimkan pesan singkat pada ustadznya
“assalamu’alaikum, afwan ustadz, ana minja ijin tidak bisa hadir kajian mingguan kita. ustadz, tidak akan ada yang bisa menghalangi ana liqo kecuali masalah keuangan, afwan ustadz” Ternyata hari itu Abdullah benar-benar tidak punya uang untuk ongkos untuk pergi halaqoh.
Kisah 2
Seorang bapak berumur 28 tahun dengan 3 putri yang masih kecil. Bapak ini telah aktif berdakwah sejak menjadi mahasiswa. Satu-satunya kendaraan yang dimilikinya adalah sebuah motor GL PRO yang dibelinya seken. Setiap minggu ia harus mengisi kajian yang jaraknya 5 jam dari tempat tinggalnya. tapi tak pernah sekalipun ia absen. Bahkan satu saat istrinya terkejut, si bapak pulang kerumah dengan lecet-lecet disekitar badannya, ternyata si bapak kecelakaan dalam perjalanannya mengisi kajian. Tapi tidak mematahkan niatnya untuk tetap mengisi kajian pada hari itu.
Saya hanya ingin berbagi dua kisah ini, ini bukan kisah karangan saya. Tapi memang itulah kejadiannya. Merinding membacanya? Apakah yang membuat mereka rindu dengan pertemuan mingguan mereka sehingga menjadikan itu prioritas? Mereka meyakini bahwa yang mereka jalani, menempuh jalan yang panjang adalah sebuah ibadah. Mereka rindu majlis-masjlis ilmu. Rindu melihat wajah-wajah saudara selingkar yang haus akan ilmu. Luar biasa energi ikhlas dan kesungguhan itu mengalir kuat dalam darah mereka.
Nah mari bercermin pada diri kita, kita tidak harus mengeluarkan ongkos yang besar dan menempuh jarak yang panjang untuk menghadiri kajian mingguan kita. tapi kita sering mencari udzur untuk ini. “afwan ustadz, ana kecapekan tadi malam baru pulang dari luar kota” atau “afwan ustadzah ada acara di kampus, ana tidak bisa hadir liqo kita hari ini.” Seringkan? Sering mencari uzdur dan dibuat seolah-olah sangat syar’i. dan sayapun pernah melakukannya. Astaghfirullah!
Hari ini agenda mingguan tak lagi kita rindukan, apakah sebab? Tanyalah pada diri masing-masing. Padahal pertemuan mingguan kita adalah ibarat batu bata pertama dalam bangunan tarbiyah ini. Bagaimana mungkin bangunan ini akan kokoh, sedangkan batu-batanya tak tersusun rapi? Hmmmm jawab sajalah sendiri
Hari yang diberkahi, Jum’at 24 juni 2011
Sesaat setelah isya
Gerbang-gerbang
08 Jun 2011 Leave a Comment
Gerbang 1
Gerbang 2
Gerbang 3
Gerbang 4
Gerbang 5
Gerbang 11
Gerbang 14
Gerbang 17
Gerbang 19
*diasumsikan untuk mencapai 1 gerbang dibutuhkan waktu 1 tahun
Selamat melewati gerbang 19
Selamat mengukir hari dalam perjalanan menuju gerbang 20
=9 JUNI 1992-2011=
HIDUPMU
02 Jun 2011 Leave a Comment
Dan hidupmu
Ia adalah rangkaian cerita
Antara kau, aku, kita dan mereka
Dan hidupmu
Ia adalah cerita tentang masa
Letupan-letupan gembira dan bulir-bulir kesedihan
Dan hidupmu
Lagi-lagi ia bertutur tentang cita
Tentang mimpi dan draft kasar kehidupan
Dan hidupmu
Adalah indie film tersusun sempurna
Kau lakonnya, aku lakonnya, kita dan mereka lakonnya
Dan hidupmu
Salah satu episodenya adalah tentang do’a sederhanaku
Do’a atas keselamatanmu
Do’a keberkahan atasmu
Dan hidupmu
Episode selanjutnya adalah tentang untaian indah syukurmu
Tentang selaksa puji mu pada Rabbmu
Teruntuk adik tersayang
Moga apa yang digariskan sesuai dengan inginmu
Jika pun tidak, moga yang digariskan jauh lebih indah dari inginmu
Beberapa jam memasuki hari jum’at, 1:35 am
Mari Sambut Adek Baru
01 Jun 2011 9 Comments
31 mei- 1 juni adalah jadwal pendaftaran mahasiswa baru 2011 jalur undangan di USU, bertempat di Gelanggang mahasiswa USU. Agenda tahunan setiap universitas ini tidak hanya ribet buat mahasiswa baru tapi kakak-kakak dan abang-abang senior jauh lebih ribet, apalagi yang tergabung dengan ormawa. Yang organisasi keagamaan ada, organisasi kedaerahan ada yang datang sekedar menyemak pun ada ( medan mode on).
Kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita tentang semangat menyambut adik-adik baru di ini,
- Hari pertama
Hari pertama, banyak banget yang daftar. Rata rata MABA berdatangan di hari pertama. Saya dan beberapa teman ikut dalam euphoria menyambut mahasiswa baru. *tapi ga separah senior2 yang lain yang ambisi banget nanyain adek-adeknya. Sampai sia adek-adek ketakutan. Contohnya gini :
Puluhan abang-abang mulai stambuk (ini istilah angkatan kalo di medan) tua sampai sambuk muda bejejer sebelah kiri dan kanan di depan pintu keluar tempat pendaftaran MABA. Masing-masing bawa karton, ada FKG, teknik, pertanian, urang awak, rantau prapat, dll. Nah pas si adek keluar ruangan langsung dicecar pertanyaan
Abg 1: dek, FKG dek?
Abg 2: urang minang dek?
Abg 3: pertanian dek?
Abg 4 : kimia S1 dek?
Abg 5 : ilkom dek?
Abg 6,7,8 : dsb (saya lupa mereka nanya apa, hehe)
Nah kalo si adek menjawab iya dari salah satu pertanyaan diatas langsung diungsikan buat dimintai data-datanya. Kalau si adek jawab fakultas bukan salah satu diatas akan dijawab, langsung kebelakang dek, ada itu kakak nya (dengan logat medan yang kental). Nah, kemarin itu ada adek-adek yang ketakutan dan setiap ditanya, ia menggelengkan kepala. Untungnya saya dulu pas baru masuk gak ketemu dengan orang-orang ini. Waktu mendaftar dulu saya langsung diungsikan oleh seorang senior baik hati ke stan KAMMI. Kalau saya jadi anak barunya, saya juga pasti kebingungan, karna yang nanya kaya gitu bukan satu orang, tapi puluhan yang mengerubungi 1 orang anak baru.
- Cerita hari ke 2
Saya dan beberapa teman sampai di gelanggang mahasiswa jam 8 am dengan kondisi belum sarapan pagi. Dan disana juga ada beberapa teman dari organisasi lain. Tapi hari ini kami semua kurang beruntung, karna kalau dihitung paling Cuma ada 15 orang MABA yang mendaftar hari ini. Kalau yang nunggu, wah jangan ditanya, masuk hitungan 50 orang lebih kurang.
Nah, kenapa ya mereka (termasuk kita) semangat banget menanti dan meminta data anak-anak baru ini. Tak lain dan tak bukan adalah untuk dakwah fardiyah. Mereka dengan dakwah (ajakan) mereka dan kita untuk dakwah kita memperkenalkan adek baru kepada islam di kampus ini
Kita tak mau mereka seperti ini kan?
Orang-orang diluar kita yang tujuan mereka untuk senang-senang aja segitunya mengorbankan waktu libur mereka, sedang kita yang jelas untuk dakwah islam tak semangat? Apa kata dunia?
salam Pencinta langit
1 juni 2011, 12am kurang 2 menit
pelangi
29 May 2011 4 Comments
Biru
Bincang kita tak pernah jauh dari biru
Seakan tau semua tentang biru
Tapi kita lupa
Pelangi tak hanya biru
Merah, jingga, kuning, hijau, nila, ungu
Kita lupa berbincang tentang warna lain pelangi…
Salam pencinta langit
30 Mei 2011, 6:37 am
Kamar atas
“mari menghargai perbedaan”
preman hafal qur’an
25 May 2011 2 Comments
in renungan
Alhamdulillah, kali ini ana ingin mengisahkan kehidupan seseorang, yang insyaallah kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kisahnya. Kisah singkat ini adalah kisah nyata tentang seorang sahabat ana, sahabat qarib, ana juga sering bertukar pikiran dengannya. Darinya ana mendapat banyak motivasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dari, kehidupannya, dia telah membuktikan bahwa kunci tercapainya sebuah tujuan, adalah tekad yang kuat, qowiyyul ‘azm. Selanjutnya diserahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Namanya Muaz Abdul Hafizh (nama samaran). Ia terlahir dari sebuah keluarga tarbiyah, dari kecil ia selalu ditanamkan nilai-nilai aqidah, dan semuanya sangat berpengaruh terhadap pemahamannya tentang islam sejak kecil. Ia pernah menurunkan sebuah foto dari dinding rumahnya, bibinya lah yang selalu mengaitkannya lagi kedinding. Namun karena terlalu sering, bibinya sudah lewat jenuh sehingga tidak mau lagi mengaitkan foto itu, Muaz berkata “Selama masih ada tangan berarti bisa, Kenapa tidak? Untuk apa Allah menciptakan tangan?” Pertanyaan itu ia lontarkan saat berumur 3 tahun yang membuat bibinya menangis terharu. Adiknya juga pernah berkelahi dengan temannya, temannya bilang “Saya akan panggil abang saya!”, adiknya tidak mengatakan bahwa ia akan memanggil abangnya Muaz, melainkan “Saya akan minta tolong sama Allah!”.
Muaz adalah anak yang cerdas sejak kecil, karena kecerdasannya ia dibenci banyak teman-temannya, ditambah lagi ia tidak mau memberi contekan dalam ulangan maupun PRnya. Ini membuat dirinya setiap pulang sekolah, sering dikeroyok oleh teman-temannya. Kondisi seperti itu membuatnya ingin mencari perlindungan atau bodyguard. Sebelumnya, Muaz juga menderita penyakit Kleptomania, yaitu kecenderungan untuk mengambil barang orang lain atau mencuri. Disamping itu, dakwah abinya yang tidak disukai oleh sebagian orang di komplek perumahannya, membuat dia sering diolok-olok oleh masyarakat. Lagi-lagi faktor lingkungan membuatnya kembali berfikir untuk mencari proteksi atau bodyguard. Tak lama kemudian ia mendapatkan partner sebagai perlindungan, seorang preman, sehingga dari lingkungan barunya ia mendapatkan kebiasaan baru pula, yaitu merokok. Kebiasaannya merokok ditambah lagi dengan penyakit kleptomania yang dideritanya, ia tidak hanya sering mencuri uang abinya, bahkan tetangganya. Itupun tidak hanya ribuan, puluh ribuan, bahkan ratusan ribu banyaknya. Hubunganya dengan masyarakat dan interaksinya dengan teman-temannya yang nakal sangat mempengaruhi kepribadiannya.
Abi dan Ummi Muaz sudah bosan menasehatinya dengan beragam cara, dari yang paling lembut hingga yang paling kasar karena Muaz merokok. Puncaknya saat SD menjelang UN, Abinya membakar kaki Muaz dengan alasan agar tahu bagaimana panasnya api neraka yang jauh lebih panas dari api dunia. Luka bakarnya sangat menyakitkan. Tapi Muaz pernah bilang “Prosesnya yang paling
menyakitkan”. Tidak ada temannya yang tau kalau kakinya dibakar, Muaz mengaku menginjak bara saat ditanya temannya, karena dia ke sekolah mengenakan sandal. Muaz justru semakin down, UNnya pun menjadi berantakan. Setelah UN, ia memiliki banyak waktu kosong. Saat itulah teman-temannya mencoba menjerumuskannya. Muaz diajak menonton film porno oleh preman-preman, itupun tidak hanya sekali, bahkan berulang kali!
Kecenderungannya dalam mencuri semakin menjadi-jadi, Muaz pernah mencuri uang penjual es, jumlahnya sampai ratusan ribu. Muaz melakukannya bersama teman-temannya dan dirinya sebagai eksekutor. Mereka ketahuan karena salah seorang teman membocorkannya lantaran sakit hati padanya. Betapa kaget Abi dan Ummi Muaz ketika mendengar kasus ini. Abinya kehilangan cara untuk merubahnya. Akhirnya, dibuatlah skenario dengan polisi yang datang dan memanggil Muaz. Saat itu Muaz sangat ketakutan dan berhenti merokok maupun mencuri, tapi hanya untuk beberapa waktu. Tak lama kemudian, lanjut lagi. Lebih parah lagi, ia pernah membobol sebuah rumah dan mencuri uangnya. Yang satu ini tidak ketahuan, namun uang yang dicurinya itu sudah digantinya beberapa waktu setelah itu. Hingga datanglah hidayah itu melalui sampainya informasi tentang Perguruan Islam Ar-Risalah, Muaz tertarik karena ia melihat ada ekstrakurikuler Beladiri. Lagi-lagi dengan alasan sebagai sarana proteksi diri. Tapi pikirannya berubah tidak mau bersekolah di Ar-Risalah, sampai Abinya memaksa hingga dia mau.
Jadilah dia bersekolah di Ar-Risalah, generasi pertama, meskipun begitu Muaz masih melanjutkan kebiasaan merokoknya. Tapi ia tidak melakukannya di sekolah, melainkan di rumah saat libur. Sejak Muaz bersekolah di Ar-Risalah, dia sudah mulai menemukan jati dirinya, sudah mulai menyadari bahwa dia benar-benar sedang hidup di dunia, dan memahami hakikat perjuangan dalam kehidupan. Apalagi saat pertama kalinya belajar tentang tauhid, tafsir, dan hadits bersama ustadz-ustadz yang subhanallah, rasa takut yang amat sangat menampar hatinya ketika bercerita tentang neraka dan siksaan di dalamnya. Akhirnya ia termotivasi untuk mulai menghafal al-Quran sejak ia mengetahui bahwa orang yang hafal Quran diberi karunia untuk dapat memberi syafa’at dan pasti masuk surga. Muaz lebih termotivasi lagi ketika dirinya sudah bisa menghafal surat an-Naba. Semua itu terjadi secara bertahap. Karena hidup yang ia jalani di saat SD, membuat Muaz menjadi orang yang bertemperamen keras, menjadi anak yang nakal, suka membantah dan sangat kritis. Sampai-sampai ada guru yang membencinya.
Muaz terus menambah hafalannya karena iri kepada teman-temannya di kelompok tahsin yang levelnya lebih tinggi, padahal hafalan mereka lebih rendah darinya. Hingga di tahun itu juga dia sudah menamatkan juz 30 dan awal surat al-Baqarah. Hingga sampai kelas 2 SMP, murabbi tahsinnya beralih ke ustadz Irsyad Safar, Muaz makin termotivasi karenanya. Sehingga hafalannya meningkat sampai 2,5 juz, hafalan sebanyak itu merupakan hafalan tertinggi diantara semua teman-temannya yang membuatnya malas menambah hafalan sebab tak lagi ada saingan. Disamping hafalan Muaz yang banyak, ia juga nakal, sangat nakal. Bahkan ada temannya yang menyatakan “Percuma saja hafalannya banyak, tapi akhlaqnya seperti itu”. Perkataan itu membuat Muaz makin malas dan sifat berontaknya mulai muncul. Klimaksnya saat ia mengajak teman-temannya untuk berdemo dengan mengajukan, ustadz yang ia benci dan dibenci sebagian besar siswa dikeluarkan. Dan benar, di kelas 3 SMP, ustadz tersebut keluar. Hingga Ar-Risalah sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat, dan Muaz ditawarkan untuk mengikuti MTQ yang membuatnya kembali termotivasi.
Seiring waktu berlalu, Ar-Risalah sudah memasuki tahun ke 4, dan telah dibuka MA Ar-Risalah. Disini ana pertama kalinya masuk Ar-Risalah dan untuk yang pertama sekali bertemu dengan Muaz. Ana pernah bertanya kepada teman-teman, siapa hafalannya yang paling banyak, semua mengatakan Muaz. Ana ingin bertanya langsung kepadanya, saat ana tanya. Ia mengaku hafalannya 5 juz, padahal saat itu hafalannya sudah 10 juz lebih. Murabbi tahsinnya bertukar lagi ke ustadz April Hidayat, seorang hafizh Quran 30 juz. Awalnya Muaz merasa bangga saat mengatakan ke Murabbi tahsinnya, bahwa ia muraja’ah hafalan satu juz per hari. Ternyata murabbinya bilang “1 juz itu bukan muraja’ah namanya, kalau hafalan sudah 10, muraja’ahnya 5 juz sehari..”. Muaz makin termotivasi, ia bisa memuraja’ah hafalan hingga 5 juz per hari. Dan hafalannya meningkat dari 10 juz menjadi 20 juz. Ia bertekad agar saat berumur 17, harus sudah hafizh. Ketika dirinya kurang bermuraja’ah, Muaz merasa ada yang menjanggal di hatinya, merasa ada yang tidak enak, sehingga perasaan itu diobatinya dengan bermuraja’ah. Akhirnya ia sangat jarang merasa malas dalam memuraja’ah hafalannya.
Ada peristiwa menarik yang dialaminya, peristiwa menjelang ia hafal Quran 30 juz. Saat itu hari senin, semua siswa Ar-Risalah berpuasa, shoum senin-kamis. Sebelum shalat zhuhur setelah shalat sunnah, ustadz Irsyad bertanya kepada Muaz “Ila ayyi juz’in antal aan?” (sudah sampai juz berapa antum sekarang?), karena siang hari Muaz merasa lapar dan tidak konsentrasi, Muaz menjawab “Tis’ah wa ‘isyriin” (29). Wajah ustadz berubah kaget dan bertanya lagi “Tis’ah wa i’syriin? Hafizhta kullah?” (sudah 29? Berarti antum sudah hafal semuanya?). Muaz hanya mengangguk dan tidak banyak respon, karena yang ia maksud adalah 19, bukan 29. Ketika shalat, ia terpikir kenapa sampai ustadz begitu terkejut, baru ia sadar, ternyata yang diucapkannya tadi “‘Isyriin”, bukan “‘Asyar”. Sepanjang shalat Muaz berdo’a agar ustadz lupa dengan jawabannya tadi, ternyata tidak, malah sebaliknya. Berita itu langsung hangat dikalangan para ustadz. Ia malu dan ia merasa harus mempertanggungjawabkan jawabannya itu. Oleh karena itu, Muaz sangat bersungguh-sungguh untuk menambah hafalan. Hingga dalam jangka waktu satu bulan, Muaz berhasil menamatkan hafalannya hingga 30 juz, saat kelas 1 MA.
Caranya, ia membedakan jadwal antara menambah hafalan dengan muraja’ah keseluruhan hafalannya. Ia sengaja bangun jam 3 setiap pagi untuk menambah hafalan, dan dilanjutkan ba’da subuh. Sepulang sekolah Muaz melanjutkan menambah hafalan ba’da ashar. Sedangkan waktu muraja’ahnya ialah hari jum’at, sabtu, dan minggu. Ia berkomitmen melaksanakannya hingga Allah memudahkan setiap langkahnya. Dan sesuai janji Allah, bila ada seorang yang hafal Quran, orangtuanya akan dipasangkan mahkota kehormatan di surga. Jangan bayangkan mahkota yang biasa tergambar di dunia. Kotak penyimpan cambuk hewan tunggangan milik penduduk surga saja, lebih mahal dan lebih berharga daripada dunia dan isinya, apalagi mahkota kehormatan yang ada di surga.
Setelah hafal al-Quran, ana yang bertanya kepadanya tentang bagaimana perasaannya saat ini dan keuntungan yang ia rasakan, ia kirim melalui email, “Hal-hal yang ana rasakan dari manfa’at menghafal alquran adalah, ana tidak terlalu sulit untuk menghafal dan memahami pelajaran, sehingga waktu ujian tiba, ana tetap konsisten dengan target muraja’ah, maka pelajaran itu menurut saja. Jika ana melakukan suatu kesalahan, hati ana akan langsung merasa ana telah melakukan kesalahan dan merasa ditegur, setelah itu akan datang musibah-musibah kecil seperti jatuh, luka, kehilangan barang-barang, yang ana yakini penghapus dosa-dosa kecil itu, wallahu a’lam. Juga ana tidak pernah merasa ada masalah finansial, walaupun orang tua ana agak kesulitan dalam maslah ekonomi, ada saja rezki yang datang”.”maka pelajaran itu menurut saja” hal ini telah dibuktikannya, ia tak pernah meleset dari ranking 1 di kelasnya selama 3 tahun MA. Juga disaat ujian untuk melanjutkan studi ke Mesir, penguji bertanya ke seluruh peserta yang terdiri dari berbagai macam sekolah, siapa yang sudah hafal al-Quran? Menunjuk dua orang termasuk Muaz, dan alhamdulillah yang satu lagi seorang siswi dari sekolah yang sama, Ar-Risalah.
Pengalaman ana pribadi, ada masa-masa “sakau” dalam menghafal Quran, sangat kecanduan. Rasanya sungguh rugi jika waktu ini terlewat tanpa adanya hafalan yang bertambah. Bahkan ketika mambaca buku-buku islami pun, terlintas di pikiran “Seandainya waktu membaca buku dari tadi ana gunakan untuk menghafal Quran, sudah berapa lembar yang bisa ana hafal ya?”.
“Waaaah… Rasanya mustahil ana bisa hafal al-Quran” Buang jauh-jauh paradigma seperti itu… Ikhwah semua hanya perlu memulai, memulai dengan tekad yang kuat dan serius. Karena juga ada orang yang memiliki tekad kuat namun tidak serius menjalaninya, atau cepat berputus asa. Langkah-langkah awal memang lebih sulit, tetapi ada masanya dimana menghafal itu terasa sangat mudah, bahkan antum bisa mengatur frekuensi bertambahnya hafalan.
Jadi apa yang kita tunggu? Mari mulai melangkah dari sekarang!!!
disadur dari blog seorang yang belum dikenal, hehehe Ahmad imaduddin
AKU PLAGIAT
24 May 2011 Leave a Comment
Tutur langit atas imanmu
Cerita bumi tentang teguhmu
Duhai pemilik hati Muhammad
Kagumku atas pribadimu
Agung nian dirimu ya ummu sulaim
Maharmu adalah imannya Abu thalhah
Cerita tentang ikhlasmu mempesonaku
Lagi-lagi, kagumku atasmu
Dan aku….
Hanyalah Seorang plagiat
Hanya plagiat Amatiran
Plagiat teguhmu, khadijah
Dan ikhlasmu, ummu sulaim



recent comment